Aku baru menyadari ketika kita mencintai seseorang, kita harus seperti anak kecil, "Apa Adanya". Cukup.
Kadang ketika kita mencintai seseorang, kita juga harus memenangkan keluarganya dan menjadikan mereka bagian dari hubungan kita sendiri. Karna inti dari kita mencintai seseorang adalah seberapa yakin kita atas apa yang kita punya. Dan seberapa mau kita untuk memperjuangkannya.
Rabu, 15 Oktober 2014
Senin, 06 Oktober 2014
KAMU
Apa mungkin kalo sakit hati itu pasti
dialami jutaan manusia di muka bumi ini ?
apa mungkin kalo perasaan sayang,
menyakiti, merasa tersakiti maupun sebaliknya itu rasa yg patut dirasakan oleh
semua orang?
yap,, pasti mayoritas jawabannya
"iya betul"
tapi kalo aku sih pribadi penginnya
berharap selalu bisa menyayangi dan disayangi,
bukankah hal itu diharapkan oleh semua
banyak orang?.
siapa juga yg pengen di sakiti atau
menyakiti?.
tapi kadang kita nggak sadar bahwa apa
yg menurut kita itu terbaik belum tentu menurut org lain demikian, nah itulah
yg menyebabkan perasaan yg merasa disakiti dan menyakiti.
Aku nggak berharap rasa yg mungkin
bisa disebut tersakiti ini juga dialami oleh orang2 disekitarku yg bisa
dibilang sangat dekat yaitu sahabat.
aku pikir bahwa rasa ini sungguh
sakit,
sangat sakit..
ditinggalkan,
diacuhkan,
tidak pernah dianggap ada, yaa semacam
itulah..
tapi sungguh bahwa disekitarku
ternyata jauh lebih mengerikan..
jauh lebih menyedihkan dari apa yg aku
rasakan.
aku patutnya bersyukur.. bahwa ini
bukanlah akhir, namun hanyalah belokan.
Mungkin kemarin2 aku berfikir bahwa
aku tersakiti,
tapi sungguh itu bukanlah hal yg
demikian adanya,
mungkin dia tidak pernah berfikir
sudah menyakitiku,
mungkin dia hanya berfikir bahwa dia
telah memilih pilihan yg tepat, yg kebetulan tidak tepat dengan pilihanku.
Terimakasih telah memberikan banyak
pelajaran tentang kehidupan yg tidak pernah aku dapatkan sebelumnya.
Bahwa didunia ini Allah mengirimkan
orang2 yg menyayangi kita supaya kita ttp berdiri tegak, jgn jatuh hanya karna
ada satu yg bengkok.
Langganan:
Postingan (Atom)