ketika hati & logika tdk sejalan, Kadang diam itu jadi pilihan.
ketika logikaku mengatakan "sudahlah jangan percaya" dan hatiku berkata sebaliknya, kamu hanyalah bisu dan buta yg tak mengatakan apapun dan seolah tak melihat apalagi peduli.
aku yg menuntut diriku sendiri untuk diam bungkam membisu seolah tak mengerti seolah aku tak melihat seolah tuli tak mendengar.
seperti dicambuk tak berbekas, tak terlihat namun sakitnya luarbiasa.
selalu meng'iya'kan hal yang seharusnya 'tidak'
selalu membenarkan apa yg nyatanya salah
selalu senyum saat aku rasa itu pahit
harapan.. hatiku bersahabatlah dengan logikaku,
rasakan apa yang terpikirkan
buatlah nyata apa yang seharusnya nyata..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar